Apa itu Pesimis? Ini Dia Penjelasannya!

Apa itu Pesimis

Kita semua pasti pernah mendengar kata pesimis. Bahkan orang lain juga pernah mengatakan bahwa kita sering putus asa atau terlalu sering putus asa. Tapi, apa yang dimaksud dengan orang pesimis? Hari ini, kita akan membahas tentang apa itu pesimis.

Sering putus asa adalah sikap negatif yang ada dalam pikiran. Pesimis juga merupakan lawan kata dari optimis. Orang yang pesimis selalu memikirkan kemungkinan terburuk akan suatu hal atau situasi. Dengan ini, para pembaca dapat mengerti apa itu pesimis dan apa yang dimaksud dengan orang pesimis?

Apa Contoh dari Pesimis?

Apa Contoh dari Pesimis?

Tadi, kita sudah bahas tentang apa itu pesimis. Sekarang, kita akan jelaskan apa contoh dari pesimis? Beberapa contoh dari sikap sering putus asa adalah sebagai berikut.

  • Merasa khawatir akan masa depan dan keadaan
  • Selalu merasa kalah dan merugi
  • Berprasangka buruk
  • Mudah putus asa
  • Mudah menyerah
  • Menghabiskan waktu yang terbuang sia-sia
  • Meragukan diri sendiri dan suka mengeluh

Poin-poin di atas seharusnya dapat memberitahu para pembaca tentang apa contoh dari pesimis?

Selain dari penjelasan tentang apa itu pesimis, alangkah baiknya kita juga mengetahui kerugian dari menjadi orang yang sering putus asa. Ada beberapa kerugian dalam menjadi orang yang pesimis. Kerugian tersebut adalah sebagai berikut. 

  • Hidup terasa lebih gelap
    Orang yang sering putus asa akan lebih banyak memberikan sugesti negatif pada diri sendiri dan sulit untuk meras bahagia dan selalu akan menyalahkan dirinya sendiri.
  • Lebih mudah depresi
    Beberapa ciri pesemis adalah kecemasan berlebihan, berkata buruk pada diri sendiri, dan selalu memikirkan skenario terburuk akan suatu hal. Hal ini akan menjadi pemicu depresi.
  • Kesehatan fisik menurun
    Orang yang sering putus asa akan menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung.
  • Semakin rentan stres
    Dengan hal-hal negatif yang selalu menyelimuti pikirannya, orang-orang yang sering putus asa akan jadi lebih mudah stress. Mereka akan gagal melihat hal-hal indah yang pernah dan bisa terjadi dalam hidup mereka.

Apa yang Menyebabkan Seseorang Menjadi Pesimis?

Apa yang Menyebabkan Seseorang Menjadi Pesimis?

Nah, apa yang menyebabkan seseorang menjadi pesimis? Hal ini akan kita bahas selanjutnya. Sebelumnya, kita sudah jelaskan apa itu pesimis. Selanjutnya, kita akan bahas tentang apa yang menyebabkan seseorang menjadi sering putus asa? Ada banyak faktor yang dapat membuat seseorang menjadi sering putus asa.

Gangguan mental maksudnya adalah seperti gangguan depresif, bipolar, siklotimik, skizofrenia, dan lain sebagainya. Paling umumnya, kelima hal ini adalah yang membuat orang menjadi sering putus asa.

  • Kurangnya rasa percaya diri
    Kurang rasa percaya diri cenderung akan sulit untuk memotivasi dirinya sendiri. Hal ini akan membuat orang itu menjadi sering putus asa dalam hidupnya.
  • Kurang mandiri
    Kemandirian yang kurang kita ajarkan saat masa kecil seorang anak akan membuat karakter anak tersebut menjadi manja, mudah bergantung pada orang lain, dan tidak optimis dalam hidupnya. Alhasil, saat beranjak dewasa, ia akan mengalami kesulitan dalam menghadapi rintangan dan tantangan dalam kehidupan.
  • Kurang terlibat dalam hubungan sosial dengan orang-orang sekitarnya
    Manusia adalah makhluk sosial. Jika sejak kecil seorang anak tidak terbiasa membaur dan terlibat komunikasi dengan orang lain, saat ia beranjak dewasa ia akan menjadi pribadi yang kurang memiliki kepekaan dan keantusiasan untuk membangun hubungan sosial dengan orang-orang sekitarnya. Seseorang yang kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya cenderung memiliki sifat yang mudah sering putus asa.
  • Kurang mendapat dukungan moril dari orang-orang sekitar
    Dukungan, pujian, dan motivasi dari orang terdekat dan lingkungan sekitar merupakan suatu dorongan yang bisa memberi kekuatan bagi seseorang untuk melakukan hal-hal lebih dalam dirinya. Hal ini dapat membantu seseorang untuk membangkitkan rasa optimis.
  • Kurang memiliki jiwa kompetisi dalam dirinya
    Jika seseorang kurang memiliki daya saing dalam dirinya, orang tersebut akan mudah merasa sering putus asa. Rasa sering putus asanya adalah seperti ragu, cemas, dan takut sebelum mencoba hal itu sendiri. Hal ini akan menjadi penghalang untuk mendapatkan rasa optimis seseorang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.