Apa Itu Puitis? Berikut Penjelasannya!

apa itu puitis

Hari ini, kita akan membahas tentang apa itu puitis. Tapi, sebelumnya, alangkah baiknya kita mengenali terlebih dahulu apa itu puisi.

Puisi

Puisi

Sebelum kita membahas tentang apa itu puitis, kita simak terlebih dahulu pengertian dari puisi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan baik.

Poetry meruapakan gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan disusun secara cermat. Puisi juga merupakan ekspresi bahasa yang kayak dan penuh dengan kaya pikat.

Puisi adalah salah satu karya sastra yang sangat umum disukai oleh karena bahasa yang digunakan sangan indah dan sifatnya imajinatif. Ada dua jenis puisi, yaitu puisi lama dan puisi baru. Berikut adalah penjelasannya.

1. Puisi Lama

Puisi lama masih terikat dengan aturan-aturan tertentu. Aturan-aturan tersebut adalah jumlah kata dalam satu baris, jumlah baris dalam satu bait, persajakan atau rima, banyak suku kata di setiap baris, dan irama.

Umumnya, puisi-puisi lama tidak diketahui nama pengarangnya, merupakan sastra lisan dengan kata lain disampaikan dari mulut ke mulut, dan sangat terikat akan aturan-aturan.

2. Puisi Baru

Yang membadakan puisi baru dari puisi lama adalah ketidak terikatnya puisi baru terhadap aturan-aturan. Dalam segi jumlah baris, suku kata, ataupun rima, bentuknya lebih bebas. Puisi baru mempunyai bentuk yang rapi dan simetris, persajakan akhirnya teratur, menggunakan pola sajak pantun dan syair meskipun dengan pola yang lain, umumnya puisi 4 seuntai, setiap baris atasnya sebuah gatra (kesatuan sintaksis), dan setiap gatranya terdiri dari dua kata dan empat sampai lima suku kata.

Puisi terdiri atas tiga jenis, yaitu puisi naratif, puisi lirik, dan puisi deskriptif. Berikut adalah penjelasan untuk ketiga jenis puisi tersebut.

3. Puisi Naratif

Naratif merupakan puisi yang mengungkapkan suatu cerita atau penjelasan penyair. Puisi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu balada dan romansa. Balada adalah puisi yang berisi cerita tentang orang-orang hebat atau perkasa ataupun tokoh pujaan. Sedangkan romansa adalah jenis puisi cerita yang memakai bahasa romantik yang berisi kisah percintaan, yang diselingi perkelahian dan petualangan. Contoh dari puisi naratif ini adlah Balada Orang-orang Tercinta dan Blues untuk Bonnie karya W.S. Rendra.

4. Puisi Lirik

Ada tiga jenis puisi lirik, yaitu elegi, seranada, dan ode. Elegi merupakan puisi yang mengungkapkan perasaan duka. Contoh dari elegi adalah Elegi Jakarta karya Asrul Sani yang mengungkapkan perasaan duka penyair di Kota Jakarta. Seranada merupakan sajak percintaan yang dapat dinyanyikan. Sedangkan ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang, umumnya tokoh yang dikagumi, suatu hal, ataupun suatu keadaan. Contohnya adalah seperti Diponegoro karya Chairil Anwar dan Ode buat Proklamator karya Leon Agusta.

5. Puisi Deskriptif

Bertujuan untuk memberi kesan terhadap keadaan atau peristiwa, benda, atau suasana yang dipandang menarik perhatian. Puisi yang termasuk dalam jenis puisi deskriptif adalah satire dan puisi yang bersifat kritik sosial.

Satire merupakan puisi yang mengungkapkan perasaan ketidakpuasan penyair terhadap suatu keadaan, namun dengan cara menyindir atau menyatakan keadaan sebaliknya.

Sedangkan puisi kritik sosial adalah puisi yang menyatakan ketidakpuasan penyair terhadap keadaan atau terhadap diri seseorang, sama seperti satire, akan tetapi penyampainnya dengan cara membeberkan kepincangan atau ketidak beresan keadaan atau orang tersebut.

Sekian penjelasan dari pengertian puisi. Selanjutnya, kita akan jelaskan apa itu puitis dan apa maksud dari kata puitis.

Puitis

Puitis

Nah, apa itu puitis? Apa maksud dari kata puitis? Menurut KBBI, puitis berarti bersifat puisi. Puitis merupakan sebuah kata atau kalimat yang memiliki sifat dan gaya seperti puisi.

Sama seperti pada puisi, kata-kata dalam kalimat puitis disusun dan dipilih secara cermat, memiliki irama, matra, dan rima untuk membuat kalimat menjadi kedengerannya indah.

Kalimat puitis juga umumnya memiliki tekanan suara tertentu pada pengucapannya sehingga dapat menghasilkan emosi dengan menggunakan bahasa kiasan. Contoh dari kalimat puitis adalah sebagai berikut.

  • Jangan buat seseorang mencintaimu jika kamu tak siap tuk berikan hatimu. Cinta tak berbalas itu menyakitkan.
  • Langit malam, langit malammu juga. Tanpa kata-kata. Membawa bebannya.

Orang yang membuat puisi disebut dengan penyair. Oleh karena itu, orang yang puitis disebut juga penyair. Hal ini dikarenakan penyair bisa membuat puisi berdasarkan imajinasi perasan, atau kehidupan yang terjadi di sekitarnya.

Lewat puisi dan kemampuan puitisnya, penyair tersebut bisa mengungkapkan ide dan kreatifitasnya dengan bahasa yang indah. Selain itu, melalui puisi, penyair dapat menyampaikan pesan yang ingin disampaikannya ke seseorang ataupun masyarakat.

Orang yang puitis disebut juga dengan orang yang berkata atau menulis dengan kata-kata kiasan. Orang-orang seperti ini umumnya memilih kata-kata yang indah.

Anak puitis adalah anak-anak yang memiliki kreatifitas dalam membentuk kalimat-kalimat atau kata-kata puitis, tidak jauh beda dengan orang yang puitis. Umumnya mereka sudah mulai menggunakan ini saat mereka masih belajar di sekolah.

Di sekolah, anak-anak Indonesia diajarkan tentang karya seni serta sastra Indonesia, termasuk puisi. Oleh karena itu, anak-anak ini dapat mengaplikasikan kreatifitas mereka ke dalam puisi.

Selain itu, anak puitis adalah anak-anak yang memiliki nama-nama puitis. Berikut adalah beberapa contoh nama anak-anak yang puitis.

  • Bakti yang berarti kasih atau setia
  • Cakrawala yang berarti tempat bintang-bintang berada
  • Fajar yang berarti cahaya kemerahan di pagi hari
  • Ganesh yang berarti penguasa
  • Halim yang berarti jantan
  • Dan lain-lain

Cara membuat Puisi

cara membuat puisi

Tadi sudah dijelaskan apa itu puitis. Semua orang mempunyai jiwa puitis. Semua orang bisa membuat puisi berdasarkan dengan kreatifitasnya masing-masing. Para pembaca pasti penasaran bagaimana caranya mengaplikasikan jiwa puitisnya ini dalam membuat puisi. Caranya adalah sebagai berikut.

1. Tentukan Tema dan Judul

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tema dan judul dari puisi kita yang akan kita gunakan sebagai acuan. Tema bertujuan agar puisi kita dapat lebih mudah dipahami dan agar pesan yang ingin kita sampaikan dimengerti oleh pembaca. Setelah menentukan tema, lalu kita menentukan judul dari puisinya.

2. Tentukan Kata Kunci

Kata kunci merupakan kata-kata yang berhubungan erat dengan tema yang kita tentukan. Dari kata kunci tersebut, kita dapat mengembangkan puisi kita. Misalnya, jika kita ingin menuliskan puisi dengan tema persahabatan, maka tentukan kata-kata kunci yang berhubungan erat dengan persahabatan tersebut.

3. Tentukan Diksi

Diksi atau pemilihan kata merupakan keunikan dari sebuah puisi. Banyak puisi yang ditulis dengan kata-kata sederhana atau kata-kata sehari-hari. Banyak juga puisi yang dituliskan dengan kata-kata yang jarang digunakan atau didengarkan orang. Untuk diksi, tidak ada aturan khusus bagi penulis puisi tersebut. Penyair bisa menggunakan kata-kata sederhana ataupun rumit, sesuai dengan selera dan gaya penyair dalam menuliskan puisinya.

4. Gunakan Rima

Rima tidak sekedar pemanis dalam puisi, tetapi juga akan mengasah sisi kreatif kita untuk mencari padanan kata yang memenuhi lantunan di kata sebelumnya. Rima dibagi menjadi dua jenis, yaitu rima baris dan rima kata. Merupakan pengulangan kata antara satu baris dengan baris lainnya. Sedangkan rima kata adalah pengulangan kata pada sebuah baris sajak.

5. Bait

Bait berbeda dengan larik puisi. Larik adalah bagian dari bait. Bait sendiri merupakan kumpulan baris atau larik yang tersusun rapi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pada puisi lama, satu bait mengandung empat baris, sedangkan pada puisi baru, aturan ini sudah tidak berlaku lagi.

6. Kembangkan Puisi

Pada tahap ini, kita sudah mulai dapat menyusun kata-kata, larik-larik puisi menjadi bait-bait yang indah. Kembangkan menjadi satu puisi yang utuh dan bermakna. Puisi bukanlah artikel. Pastikan puisi yang ditulis berbentuk ringkas, padat, dan indah.

7. Penutup Puisi

Akhiran yang dramatis pada bagian akhir puisi dapat memungkinkan puisi akan dibaca lebih dari satu kali. Pemilihan akhir puisi merupakan taktik yang dapat dimanfaatkan sebagai ungkapan ‘save the best for last’.

8. Perhatikan Keterbacaan

Puisi harus memiliki arti, pesan, dan tujuan yang ingin disampaikan dan dimengerti oleh orang lain. Puisi memang penuh dengan bahasa kiasan dan bahasa yang indah, akan tetapi jika puisi tersebut tidak ada artinya atau pesannya, maka puisi tersebut tidak termasuk puisi yang bagus.

9. Lihat Contoh dan Referensi Puisi

Maksud dari tahap ini adalah carilah inspirasi. Kita membutuhkan inspirasi yang banyak agar mendapatkan diksi yang tepat untuk puisi kita. Salah satu cara untuk mendapatkan inspirasi adalah dengan banyak membaca contoh puisi karya penyair lain.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.