Apa itu Rasionalisasi? Baca Disini jika Penasaran!

Apa itu Rasionalisasi

Hai semuanya, apa kabar kalian semua? Saat kalian masih di bangku sekolah kalian pernah dengar pelajaran tentang rasionalisasi? atau malah belum pernah. Lalu apa itu rasionalisasi adalah mekanisme pertahanan yang kita anggap sebagai perilaku yang kontroversial atau perasaan yang kita jelaskan dengan cara rasional atau logis untuk menghindari penjelasan yang benar.

Rasionalisasi adalah sebuah homonim karena arti – artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi mempunyai makna yang berbeda. Ini juga memiliki arti dalam bidang ilmu ekonomi dan keuangan.

Kata rasionalisasi memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga ini bisa menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda atau segala yang kita bendakan. Jadi sekarang kalian sudah tahu akan apa itu rasionalisasi

Apa Arti dari Kata Rasionalisasi?

Apa Arti dari Kata Rasionalisasi?

Setelah kalian mengetahui gambaran tentang apa itu rasionalisasi. Kali ini kita akan membahas tentang apa arti dari kata rasionalisasi? Ada beberapa pengertian tentang ini. berikut ini beberapa pengertiannya :

  1. Rasionalisasi adalah sebuah proses, cara, perbuatan menjadikan bersifat rasional; proses, cara, dan juga perbuatan merasionalkan. 
  2. Rasionalisasi adalah sebuah proses, cara, perbuatan yang rasional (menurut rasio) atau menjadikan nisbahnya patut (baik). 
  3. Rasionalisasi adalah perbaikan dalam perusahaan dengan menghemat tenaga kerja dan biaya dan juga mempertinggi produksi. Perbaikan nisbah antara berbagai komponen dalam perusahaan sehingga perusahaan menjadi sehat (Bahasa, 2016). 

Ketiga pengertian di atas itu adalah pengertian dari rasionalisasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Rasionalisasi Psikologi Adalah

Rasionalisasi Psikologi Adalah

Bagi kalian yang bertanya tanya apa itu rasionalisasi psikologi, aku punya jawabannya nih. Rasionalisasi psikologi adalah daya logika seseorang di dalam membuat suatu alasan, karena sebagai alat untuk membenarkan sesuatu dengan alasan yang dia buat buat. Menurut beberapa psikolog senior. Rasionalisasi ini merupakan bentuk pelarian diri dari frustasi akibat kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan orang tersebut.

Rasionalisasi ini menggunakan teknik pembenaran di dalam menolong diri sendiri secara tidak wajar dan juga membuat sesuatu menjadi rasional. Dari kondisi yang tidaklah rasional atau masuk akal guna menjadikan hal tersebut sebagai media untuk membuat kesenangan atau kepuasan bagi diri mereka sendiri.

Jadi prinsipnya rasionalisasi ini dianggap sebagai salah satu bentuk pertahanan diri dengan cara menipu diri sendiri di dalam menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan.

Bentuk dari rasionalisasi ini adalah dengan mempermainkan kata kata atau menafsiri keadaan yang dapat menguntungkan dirinya tanpa mempedulikan kenyataan yang terjadi. Terutama kegagalan kegagalan yang sedang mereka alami. 

Contoh Rasionalisasi

Contoh Rasionalisasi

Setelah kita mengetahui arti apa itu rasionalisasi supaya kalian lebih mengerti rasionalisasi saya akan memberikan beberapa Contoh rasionalitas yang bisa kalian pahami. Berikut adalah contoh – contoh dari rasionalisasi : 

  1. Gagal dalam mengerjakan tugas sekolah
    Seorang murid yang gagal mengerjakan tugas sekolahnya akan berkata “tugas itu terlalu berat bagi pribadi aku yang masih amat muda ini”. Atau dengan alasan yang lain seperti  “tugas semacam itu bagi aku tidak ada harganya, dan tidak masuk dalam bidang perhatian saya dan saya tidak akan peduli dengan itu. Apakah tugas itu mau gagal atau berhasil”.
  2. Menyerah dulu sebelum kalah
    Dalam urusan asmara juga bisa terjadi di dalam kondisi rasionalisasi di dalam hubungan percintaan. Contohnya : Ada seorang pemuda yang mempunyai niat mendekati seorang gadis cantik yang dia sukai.
    Namun, karena dia takut akan cintanya tertolak, maka si pemuda ini  membatalkan niatnya. Ketika temannya menanyai mengapa dia tidak jadi mendekati gadis tersebut maka pemuda tersebut memberikan alasan yang berbanding terbalik dengan kenyataan bahwa si gadis cantik tersebut tidak lagi menarik baginya.
  3. Menyakinkan diri sendiri
    Seseorang tidak mendapatkan posisi atau jabatan yang sesuai keinginannya dalam suatu pekerjaan maka mereka akan memikirkan dan mencari alasan – alasan yang rasional karena tidak mendapatkan jabatan yang mereka inginkan. Dalam kondisi ini terkadang membuat mereka akan berusaha membujuk dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa sebenarnya dia tidak menghendaki posisi tersebut. 
  4. Bersikap pesimis
    pesimis adalah salah satu contoh dari rasionalisasi dalam psikologi adalah orang tersebut yang memiliki sikap pesimis. Seperti yang saya jelaskan dalam contoh sebelumnya.
    Seorang pria menyerah sebelum perang artinya seseorang yang belum melakukan sesuatu atau memulai sesuatu sudah takut akan gagal. Namun, kondisi kegagalan ini dia limpahkan semua ke hal – hal yang berupa pembenaran atau di luar kenyataannya.
  5. Menyalahkan orang lain
    Dalam suatu organisasi yang sering kita jumpai kegagalan dalam melaksanakan suatu acara dengan baik kondisi ini memungkinkan suatu anggotanya dalam kecenderungan untuk menyalahkan orang lain.
    Setiap anggota organisasi tersebut memiliki andil yang sama dan saling bekerja sama satu sama lain. Apabila ada kesalahan dalam satu anggota akan berdampak pada kesalahan orang lain, karena setiap pekerjaan dalam suatu organisasi pastilah akan terhubung.
  6. Egois
    Kondisi egois atau yang lebih mementingkan diri sendiri ini membuat rasa ketidakpedulian terhadap suatu hal adalah salah satu contoh rasionalisasi di dalam psikologi.
    Seperti yang telah terjelaskan di dalam contoh yang di atas. Bahwa ketidakpedulian terhadap suatu nilai atau hasil dari tugas sekolah akan membawa siswa tersebut cenderung egois. Ini juga akan menumbuhkan sikap yang masa bodoh atau cuek. Sikap ini yang akan memperburuk citra baik seorang siswa tersebut. Baik dari segi kognitif maupun attitude dari guru dan juga rekan sekolahnya.
  7. Suka berbohong
    Kemampuan untuk berbicara seseorang tidak hanya kita tentukan oleh satu hal yaitu pendidikan, namun juga dapat dari pengalaman. Begitu juga dengan kemampuan berbicara yang bukan kenyataan atau sedang berbohong juga kita tentukan dengan pengalaman.
    Jika semakin sering dia berbohong maka semakin mudah pula dia untuk memberikan alasan yang bertujuan untuk proses pembenaran.
    Contoh: seorang siswa yang datang ke sekolah terlambat, ketika seorang gurunya menanyai tentang alasan keterlambatannya siswa tersebut menjawab karena terjadi kemacetan.
    Memang kemacetan adalah alasan yang klasik namun masuk akal. Tetapi pada kenyataanya siswa tersebut datang terlambat dikarenakan siswa tersebut bangunnya kesiangan. Kondisi seperti ini dapat terjadi karena proses pengalaman baik secara pribadi dan juga lingkungan sosial bahwa sudah menjadi alasan ketika datang terlambat maka alasannya adalah kemacetan.
  8. Menyepelekan pekerjaan
    Salah satu tipe orang yang suka membuat sifat ini yakni menyepelekan pekerjaan. Tipe orang yang seperti ini ketika pekerjaannya salah atau tidak tepat waktu, mereka akan menyalahkan orang lain. Orang tersebut akan terus mencari pembenaran dengan berbagai cara dan alasan yang tidak rasional yang dia buat buat seakan terdengar rasional.

Penutup

Itulah yang bisa saya jelaskan tentang rasionalisasi yang bisa kita pahami. Jadi kalian gak usah bingung lagi akan rasionalisasi namun gunakanlah rasionalisasi ini dengan baik dan benar. Jangan kalian gunakan untuk berbohong atau mengungkapkan sebuah kata kata yang tidak benar. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Sampai jumpa!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.