Apa Itu Sekresi? Berikut Penjelasannya!

Apa Itu Sekresi

Apa itu sekresi adalah peristiwa terpisahnya substansi dari protoplas, yang dikeluarkan adalah berupa kelebihan dari suatu ion, hasil sebuah fotosintesis, sisa metabolisme berupa zat alkaloid, zat tanin, zat terpen, bentuk kristal. Juga zat khusus seperti enzim dan suatu hormon. Struktur apa itu sekresi dibagi menjadi struktur luar dan struktur  dalam.

Adapun apa itu sekresi, artian lainnya adalah proses untuk membuat atau melepaskan substansi kimiawi dalam bentuk lendir yang dilakukan oleh sel tubuh dan kelenjarnya. Substansi kimiawi pada sekresi mempunyai kegunaan tertentu sebelum akhirnya terbuang melalui ekskresi (keluar).

Apa yang Dimaksud dengan Sistem Ekskresi dan Sekresi?

Apa yang Dimaksud dengan Sistem Ekskresi dan Sekresi?

Dalam sistem tersebut, hal apa yang dimaksud dengan sistem ekskresi dan sekresi?

Ekskresi merupakan salah satu proses pengeluaran zat dari pada tubuh.

Apa itu sekresi merupakan proses pengeluaran zat oleh kelenjar yang masih digunakan pada tubuh. Zat yang dihasilkan berupa enzim dan hormon sel. Sistemnya pada manusia melibatkan alat pada tubuh yaitu ginjal, kulit, paru-paru, dan hati. Zat sisa yang dikeluarkan dari alat tersebut berasal dari proses metabolisme pada tubuh.

Ginjal mengeluarkan urine dan kulit mengeluarkan kelenjar keringat, paru paru mengeluarkan karbondioksida, dan hati mengeluarkan zat warna yaitu cairan empedu. Selain berfungsi sebagai alat pernapasan, paru paru memiliki berfungsi sebagai alat ekskresi. Zat sisa yang dikeluarkan oleh paru paru adalah zat karbondioksida dan uap air

2 Apa Perbedaan Sistem Ekskresi dan Sekresi?

2 Apa Perbedaan Sistem Ekskresi dan Sekresi?

Jika disuruh menyebutkan 2 apa perbedaan sistem ekskresi dan sekresi ? Kalian bisa menjelaskannya ? Mari akan kita bahas.

Dari sekresi merupakan pengeluaran zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh yang berupa sel atau jaringan kelenjar. Contohnya, enzim dan hormon.

Sedangkan ekskresi merupakan pengeluaran zat sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh, misalnya air seni, kelenjar keringat, dan karbondioksida sebagai hasil pembakaran oksigen.

Penjelasan lainnya adalah :

Dalam proses sekresi, produk yang disekresikan mungkin memiliki fungsi lainnya, tetapi biasanya produk ekskresi adalah bahan limbah pada tubuh, dan mungkin tidak termasuk fungsi lainnya.

Paru paru dan ginjal adalah organ ekskresi utama sedangkan hati, kelenjar, dan sel kelenjar terlibat dalam proses sekresinya itu sendiri .

Proses sekresi melibatkan perpindahan material dari satu tempat ke tempat lain sementara kedua tempat itu vital. Tidak seperti ekskresi, proses ekskresi melibatkan pelepasan materi dari makhluk hidup.

Apa yang Dimaksud dengan Sekresi dan Defekasi?

Apa yang Dimaksud dengan Sekresi dan Defekasi?

Mungkin cukup membingungkan, sebenarnya cukup mudah . Baiklah akan kita ulang sekali lagi pembahasannya. Apa yang dimaksud dengan sekresi dan defekasi ?

Dalam sekresi adalah pengeluaran suatu zat yang yang dimana fungsinya masih digunakan pada tubuh manusia.

Sedangkan defekasi adalah suatu tindakan atau proses makhluk hidup untuk membuang kotoran atau tinja yang padat atau setengah padat yang berasal dari sistem pencernaan manusia atau hewan. Manusia melakukan buang air besar beberapa kali dalam satu hari atau satu kali dalam sehari.

Tetapi bahkan dapat mengalami gangguan yaitu hingga hanya beberapa kali saja dalam satu minggu atau dapat berulang ulang dalam  sehari, biasanya gangguan tersebut diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak benar dan jika dibiarkan dapat menjadi masalah yang serius.

Biasanya jika hal tersebut terjadi, maka ada yang salah pada.

Otot-otot pada dinding rektum yang dipengaruhi oleh sistem saraf sekitarnya dapat membuat suatu rangsangan untuk mengeluarkan kotoran. Jika tindakan pembuangan terus ditahan atau dihambat maka tinja dapat kembali ke usus besar yang menyebabkan air pada tinja kembali diserap, dan tinja menjadi keras.

Jika buang air besar tidak dapat dilakukan untuk masa yang agak lama dan kotoran akan mengeras. Sementara, bila ada infeksi bakteri atau virus di usus maka secara refleks usus akan mempercepat laju tinja sehingga penyerapan airnya lebih sedikit. Maka, kotoran menjadi lebih cair sehingga perut terasa mulas dan dapat terjadi pembuangan secara tanpa jeda. Keadaan itu disebut diare .

Demikian pembahasan kali ini, terima kasih waktunya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.