Bagaimana Penulisan Kwitansi yang Benar?

penulisan kwitansi yang benar

Halo teman teman bagaimana kabar kalian? Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang penulisan kwitansi yang benar. Bukti transaksi telah menjadi suatu hal yang penting pada berjalannya suatu bisnis.

Karena, menandakan bahwa transaksi yang sedang terjadi dilakukan secara resmi dan juga sah. Nah, salah satu dokumen penting di dalam transaksi adalah Kwitansi, tetapi kebanyakan pebisnis belum tahu nih bagaimana cara mengisi kwitansi untuk bisnis mereka.

Kuitansi ini adalah dokumen atau bukti transaksi penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh seorang penerima dan diserahkan kepada yang membayar sebagai bentuk bukti transaksi. Pada kwitansi terdapat beberapa informasi seperti penerima, tempat dan tanggal, dan juga alasan mengapa uang tersebut diserahkan, misalnya pembelian barang, jual beli tanah, dan lain sebagainya.

Agar bukti transaksi tersebut semakin sah dan juga resmi, maka biasanya akan ditambahkan materai untuk jumlah transaksi besar. Maka dari itu, penting bagi para pengusaha untuk memahami penulisan kwitansi yang benar agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. Untuk meminimalisir terjadinya kesalahan, pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu kwitansi dan penulisan kwitansi yang benar.

Apakah Kuitansi Adalah Kata Baku?

Apakah Kuitansi Adalah Kata Baku?

Setelah kalian mendapat gambaran tentang apa itu kwitansi. Ternyata masih banyak orang lho yang bingung dengan penulisan kwitansi yang benar. maka dari itu kali ini kita akan membahas apakah kuitansi adalah kata baku? kata ini seharusnya ditulisĀ  ‘kuitansi’.

Karena kata ‘kwitansi’ dan ‘kwetansi’ adalah bentuk yang tidak baku dari kata ‘kuitansi’. Berdasarkan kamus besar bahasa indonesia atau KBBI, arti kata ‘kuitansi’ ini adalah surat bukti penerimaan uang.

Sebagai catatan penting:

Kata kuitansi ini diserap dari bahasa Belanda ke Indonesia. Mungkin hal ini terjadi karena Indonesia pernah dijajah 350 tahun oleh Belanda

Apa Saja yang Harus Diisi pada Kuitansi?

Apa Saja Yang Harus Diisi Pada Kuitansi?

Setelah kita membahas tentang penulisan kuitansi, kali ini kita akan membahas tentang mendalam tentang kuitansi. Kuitansi ini adalah salah satu bukti transaksi yang banyak digunakan dan juga dipahami oleh masyarakat luas. Kuitansi ini adalah pembayaran yang paling banyak digunakan biasanya sebagaimana yang dijual dan berbentuk buku.

Model ini sudah menyediakan area untuk informasi transaksi jual beli yang juga termasuk nominal, tujuan, dan tanda tangan penerima uang. Biasanya transaksi kecil kecilan banyak menggunakan buku kuitansi ini karena praktis dan mudah.

Banyak juga pengusaha yang membuat sendiri kuitansinya dengan menyertakan logo maupun alamat usaha mereka. Informasi pokok umumnya juga sama dengan tambahan detail lainnya seperti nomor rekening usaha. Ada pula yang juga memberikan materai untuk menambah legalitas khususnya bagi transaksi dalam jumlah besar. dan bagi kalian yang juga bertanya tanya tentang apa saja yang harus diisi pada kuitansi? berikut ini yang harus diisi di dalam kuitansi :

  1. Nama penerima.
  2. Jumlah uang.
  3. Penerima uang.
  4. Nominal.
  5. Tanggal.
  6. Tujuan

Siapa Yang Harus Tanda Tangan Di Kwitansi?

Apa Saja Yang Harus Diisi Pada Kuitansi?

Bagi kalian yang masih bertanya tanya siapa yang harus tanda tangan di kwitansi? Kwitansi atau kuitansi ini ditandatangani dan dicap oleh seorang penerima uang atau penjual dan diserahkan ke pemberi uang atau seorang pembeli sebagai tanda bukti yang sah.

Dengan demikian, jika ke depannya ada masalah terkait pembayaran maka contoh kwitansi atau kuitansi ini bisa dijadikan alat bukti pembayaran.

Sekian pembahasan saya tentang penulisan kwitansi yang benar. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi teman teman sekalian, terima kasih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.