COVID-19 Mempunyai Penyakit Komorbid Apa Saja?

Penyakit Komorbid Apa Saja

Teman-teman tentu tidak asing bukan jika membicarakan COVID-19. Virus ini masuk ke Indonesia sejak 2 Maret 2020 kemudian menyebar dengan sangat cepat dari kota ke kota lainnya. Namun apakah teman-teman tahu COVID-19 mempunyai penyakit komorbid apa saja dan apa sih komorbid vaksin?

COVID-19 merupakan singkatan dari Corona Virus Disease 2019. Virus ini menyerang sistem pernafasan dan mempunyai beberapa gejala seperti batuk, demam, tidak dapat merasakan rasa, sakit kepala dan lainnya.

Penyakit Komorbid Apa Saja dan Contoh Komorbid

Contoh Komorbid

Komorbid adalah penyakit yang menyertai penyakit utama. Hal ini berarti selain penyakit utama yang dialami seseorang, terdapat penyakit lain yang menyerang orang tersebut.

Terdapat banyak sekali macam-macam dari penyakit komorbid, berikut contoh komorbid :

  • Alergi obat
  • Alergi makanan
  • Reaksi anafilaksis
  • Tuberkulosis
  • Penyakit hati
  • Kanker paru
  • Obesitas
  • Nodul tiroid
  • Diabetes mellitus
  • Urtikaria

Selain contoh-contoh tersebut, masih banyak lagi yang merupakan komorbid.

COVID-19 Mempunyai Penyakit Komorbid Apa Saja?

penyakit komorbid COVID

Pada COVID-19 sendiri memiliki beberapa penyakit komorbid COVID. Hal ini bahkan dapat menyebabkan kematian bagi pasien yang mengalaminya. Berikut beberapa penyakit komorbid COVID :

  • Diabetes mellitus

Diabetes mellitus merupakan penyakit bawaan yang dimana memerlukan pengendalian melalui perawatan secara intensif. Ketika menderita keduanya, maka beresiko membuat tubuh menjadi lemah dan mengalami kerusakan pada beberapa organ vital.

  • Penyakit jantung

Terdapat beberapa dari ini yang menjadi komorbid dari COVID, seperti gagal jantung dan kardiomiopati. Hal ini membuat hal ini perlu diwaspadai karena dapat membuat COVID menjadi semakin parah dan fatal

  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Biasanya hipertensi disebabkan oleh kelebihan berat badan, konsumsi garam yang berlebihan dan jarang olahraga. Jika teman-teman mengidap ini, maka beresiko besar untuk menjadi lebih parah ketika terkena COVID.

  • Gangguan saraf

Orang yang mempunyai gangguan saraf menyebabkan orang tersebut menjadi lebih rentan terkena COVID.

  • Penyakit liver

Semua jenis dari penyakit liver dapat membuat seseorang yang mengalami COVID bertambah parah. Mulai dari liver kronis, sirosis, penyakit liver akibat alkohol hingga fatty liver.

  • Penyakit ginjal kronis

Seseorang yang memiliki hal ini membuat resiko kematian bagi seseorang yang mengalami COVID bertambah menjadi 13,7 kali lebih besar

  • Gangguan pernafasan

COVID menyerang pernapasan, hal ini membuat orang yang memiliki gangguan pernapasan seperti hipertensi paru, asma, penyakit paru interstisial dan lainnya membuat gejala yang dialami menjadi bertambah parah

  • Gangguan endokrin

Gangguan endokrin juga perlu teman-teman waspadai. Hal ini karena gangguan ini dapat membuat peradangannya menjadi semakin parah. Contoh gangguan ini adalah hipotiroid, hipertiroid, kanker tiroid dan lainnya

Apa Saja Komorbid yang Aman dan Tidak Aman dilakukan Vaksin?

Komorbid vaksin

Teman-teman harus berhati-hati karena terdapat beberapa Komorbid vaksin yang harus kita waspadai sebelum melakukan vaksin. Hal ini termasuk penting karena dapat membahayakan nyawa teman-teman.

Daftar penyakit komorbid apa saja yang tidak aman :

  • Alergi anafilaksis
  • Alergi berat terhadap vaksin
  • Seseorang dengan imunodefisiensi primer
  • Sedang mengalami infeksi akut

Daftar komorbid yang aman dilakukan vaksin :

  • Alergi obat
  • Alergi makanan
  • HIV
  • Urtikaria
  • Penyakit autoimun
  • Asma
  • Rinitis alergi
  • Obesitas
  • Hipertensi

Teman-teman sekarang telah mengetahui penyakit komorbid apa saja hingga apa saja penyakit komorbid yang aman dan tidak aman untuk melakukan vaksin. Jangan pernah menganggap remeh mengenai hal ini, karena dapat menyebabkan kematian. Selalu berhati-hati dan periksakan jika mengalami gangguan atau tanda-tanda walaupun sekecil apapun agar dapat tertangani sebelum menjadi semakin parah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.