Ini Penulisan Orangtua yang Benar, Jangan Sampai Salah!

Penulisan orangtua yang benar

Penulisan orangtua yang benar dipisah atau tidak. Penulisan kata akan berpengaruh pada arti kata tersebut. Kesalahan dalam penulisan kata tidak bisa dipungkiri karena bisa berakibat fatal. Masih banyak yang salah atau bingung apakah penulisan orangtua yang benar digabung atau dipisah.

Penulisan orang tua yang digabung banyak sekali dilakukan, bahkan dilakukan juga oleh para jurnalis. Pendapat tersebut merupakan pendapat liar dengan dasar yang tidak jelas. Dalam penggunaannya kita harus menyesuaikan penulisan berdasarkan maksud atau arti dari kata tersebut. Orang tua adalah salah satu kata majemuk. Kata majemuk dalam bahasa Indonesia tertulis secara terpisah, kecuali untuk bentuk yang terikat dan ditulis secara serangkai. Contohnya yaitu prasejarah, antarkota dan pascapanen. Sedangkan yang ditulis secara serangkai misalnya yaitu matahari, saputangan, dan kacamata.

Jika yang dimaksud itu adalah orang yang sudah tua, maka penulisan orangtua yang benar dipisah tidak digabung dan bisa juga bisa ditambahkan jumlah berapa banyak orang. Misal 3 orang tua, 4 orang tua, dengan penulisan kata tersebut kalimat menjadi tidak ambigu. Ambigu memiliki makna ganda. Jika orang tua yang dimaksud adalah mama dan papa maka bisa juga menambahkan akhirnya ‘nya’ setelah kata tua. Contohnya ‘Tiara tinggal bersama orang tuanya’. Jika orang tua yang dimaksud adalah mama tidak memakai akhiran ‘nya’, maka dari itu harus ada kalimat yang menjelaskan hal itu di bagian awal kalimat atau kalimat sesudahnya.

Penulisan orangtua yang Benar yang Kedua Katanya dipisah

digunakan untuk penulisan kata jamak. Contohnya orang – orang tua dari siswa siswi kelas 6. Akan terlihat aneh jika penulisannya seperti itu, maka dari itu penulisan yang tepat adalah orangtua – orangtua siswa dan siswi. Seperti yang sudah di jelaskan tadi, untuk kata tertentu contohnya orang – orang tua, menggunakan penulisan kata yang dipisah. Jika ingin yang artinya jamak, menggunakan kata ‘para’. Contohnya para orangtua di aula sedang berkumpul bersama. Maksud dari kalimat tersebut yaitu orang yang sudah tua yang berada di aula. Jika disamakan dengan KBBI, penulisan yang benar adalah “orang tua”. Penulisan kata “orang tua” yang disambung jika berkaitan dengan status dan bukan usia orang tersebut. Contoh kalimat yang benar memakai kata “orang tua” :

  • Tiara sudah lama berpisah dengan orang tuanya.
  • Bagaimanapun dia adalah orang tua yang harus di hormati.

Apakah Orangtua Kata Baku?

Apakah Orangtua Kata Baku?

 

Apakah orangtua kata baku? Yuk simak berikut ini! Menurut kamus besar Bahasa Indonesia kata orang tua adalah kata baku. Penulisan untuk kata orang tua seharusnya dipisah. Arti kata orang tua yaitu ibu dan ayah kandung, orang yang dihormati, orang yang usianya sudah tua. Ada yang menyatakan bahwah “orangtua” ditulis dengan digabungkan.

Apakah Kata Nya digabung atau dipisah?

Apakah Kata Nya digabung atau dipisah?

Mungkin masih banyak orang yang keliru dan bertanya tanya apakah kata nya digabung atau dipisah? Yuk simak berikut ini. PUEBI mengatakan bahwa penulisan -mu, -nya, -ku ditulis dengan cara serangkai bersama kata yang mendahuluinya, jadi cara penulisannya adalah digabung. Contohnya yaitu apanya, karenanya, mengenalnya, penulisannya, miliknya, bukunya. Namun khusus untuk kata Tuhan, penulisan -nya harus menggunakan tanda hubung dan menggunakan huruf kapital. Contohnya rahmat-Nya. Tanda hubung juga digunakan pada penulisan kata ganti -nya dengan singkatan berupa huruf kapital. Contohnya SIM-nya, KTP-nya.

Bagaimana Penggunaan nya?

Bagaimana Penggunaan nya?

 

Bagaimana penggunaan nya? Seperti yang sudah dijelaskan, untuk penggunaan nya ditulis secara serangkai Bersama kata yang mendahuluinya. penulisan -nya ditulis dengan cara serangkai bersama kata yang mendahuluinya, jadi cara penulisannya adalah digabung. Contohnya yaitu apanya, karenanya, mengenalnya, penulisannya, miliknya, bukunya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.