Jelaskan yang dimaksud dengan Tangga Nada Pentatonis!

jelaskan yang dimaksud dengan tangga nada pentatonis

Jika kalian sedang belajar bernyanyi maka sudah tidak asing lagi bukan dengan yang namanya tangga nada. Tangga nada  atau yang sering disebut juga tingkat interval yaitu  Urutan nada dari naik ke turun ataupun  sebalikya  dari turun ke nada yang lebih tinggi. Tahukah kalian jika tangga nada dibagi kedalam dua jenis yaitu tangga nada pentatonis dan tangga nada diatonis. Yang pertama dapatkah kalian jelaskan yang dimaksud dengan tangga nada pentatonis.

Jika kalian masih asing dengan istilah  tangga nada pentatonis dan diatonis maka Simaklah artikel berikut ini yang berjudul “ Jelaskan yang dimaksud dengan tangga nada pentatonis “. Dalam artikel ini akan membahas secara rinci  mengenai  jelaskan yang dimaksud dengan tangga nada pentatonis dan diatonis beserta contohnya.

Apa yang dimaksud dengan Tangga Nada Pentatonis dan Diatonis ?

Apa yang dimaksud dengan Tangga Nada Pentatonis dan Diatonis ?

Apakah kalian dapat menjelaskan apa yang dimaksud dengan tangga nada pentatonis dan diatonis ?. Jika kalian masih belum mengerti langsung saja kita masuk dalam pembahasanya.

  • Tangga nada pentatonis

Jika terdapat pertanyaan jelaskan yang dimaksud dengan tangga nada pentatonis. Kalian dapat menjelaskan secara simpelnya, tangga nada pentatonis yaitu salah satu dari jenis tangga nada yang hanya memiliki lima nada pokok  dalam satu oktaf. Pada jenis ini,  biasanya digunakan untuk musik tradisional akan tetapi pada musik populer juga digunakan pada genre musik blues, musik Georgia,  dan rock.  Selain itu, jenis ini juga dibagi menjadi dua yaitu pelog dan slendro.

Tangga  nada pentatonis juga dapat disebut juga dengan pentatonic scale.  Pentatonik ini diperkirakan ditemukan di zaman Yunani kuno pada saat itu digunakan  alat musik yaitu kecapi. Karena ditemukan sejak dahulu kala maka tidak heran pentatonic ini  dinilai sebagai yang mengawali perkembangan musik.

Berikut ini adalah beberapa contoh alat musik yang menggunakan pentatonis yaitu :

Calung

Sasando

Tifa

Muri

Silu

Genggong, dan masih banyak lagi

  • Tangga nada diatonis

Selain  pentagonis dan ada juga memiliki jenis diatonis. Tangga nada ini memiliki jumlah nada pokok  yang lebih banyak yaitu 7 buah. Tujuh nada tersebut yaitu :  do – re – mi – fa – sol – la – si dan biasanya  menggunakan  satu atau setengah interval saja. Tangga nada diatonis sendiri juga dibagi menjadi dua yaitu : Mayor  diatonis dan minor diatonis .

Tangga nada diatonis juga dapat disebut diatonic scale. Diatonic scale ini ditemukan setelah pentatonik yaitu pada masa pertengahan zaman  Renaissance.

Contoh alat musik yang menggunakan  diatonis yaitu :

  • Keyboard
  • Piano
  • Pianika
  • Klarinet
  • Gitar
  • Biola
  • Harmonika, dan lain-lain

Selain pentatonik dan diatonik tangga nada juga memiliki jenis lagi yaitu kromatis Atau yang dapat disebut juga chromatic scale .

Kromatis

Jenis  yang terakhir ini memiliki 12 nada dengan interval seteng nada tiap notnya. Kromatik sendiri merupakan kumpulan dari semua nada dalam musik. Hal tersebut dapat dikatakan karena nada dari kromatik ini berulang-ulang oktafnya dan memakai ke-12 nada.

Kromatis banyak digunakan untuk berbagai jenis lagu : mulai dari lagu Rohani, Jazz,  Blues Pop, dan lagu Rock.  Akan tetapi di Indonesia kromatolisis ini jarang sekali digunakan untuk suatu lagu. Berikut ini adalah beberapa contoh lagu yang menggunakan kromatis yaitu : Indonesia Pusaka,  Bungo jumpo yang berasal dari Aceh.

Apa Saja yang Termasuk Tangga Nada Pentatonis ?

Apa Saja yang Termasuk Tangga Nada Pentatonis ?

Seperti pembahasan sebelumnya,  pentatonik dibagi  menjadi dua  jenis.  Lalu,

Apa  saja yang termasuk tangga nada pentatonis ? Berikut ini adalah yang termasuk jenis pentatonik yaitu :

  • Pelog

Jenis yang satu ini memiliki karakteristik musik yang bersifat hormat serta menenangkan. Selain itu,  pelek juga memiliki lima nada primer  yaitu do – mi -fa – sol – si. Jarak interval yang dimiliki jenis ini memiliki jarak yang besar. Berikut ini adalah beberapa contoh lagu daerah yang yang menggunakan pelog yaitu : Gundul Pacul dari Jawa Tengah,  keterangan pahlawan dari Jawa Barat,  Pitik Tukung.

  • Slendro

Sedangkan jenis ini memiliki sifat music yang berirama lincah serta rancak.Sama seperti pelog Slendro juga memiliki lima nada primer yaitu : do – re – mi – fa – so – la. Berbanding terbalik dengan pelog , slendro ini memiliki jarak interval yang cukup kecil.  Beberapa contoh lagu daerah yang menggunakan slendro yaitu : Cingcangkeling dari Jawa Barat, Lir Ilir dari Jawa Tengah, Te Kate Dipanah dari Jawa Tengah, Karapan Sapi dari Madura, Janger dari Bali.

 

Alat musik yang digunakan dengan  ada menggunakan tanda  Slendro  yaitu  : Gamelan Jawa,,  Sunda dan Bali. Jika diamati musik gamelan tidak berpaku pada standar penggunaan nada barat dan memiliki istilah tersendiri dalam penyebutan nadanya. Salah satu contohnya di Sunda  yaitu  da mi na ti la.Contoh selanjutnya ada di Jawa yang menyebut nem mo lu ro ju.Sementara itu di Bali  yaitu  ding dong deng dung dang.

Apa Ciri Ciri Tangga Nada Diatonis ?

Apa Ciri Ciri Tangga Nada Diatonis ?

Jika sudah paham mengenai  definisi  diatonis atau diatonic. Berikut ini  merupakan  apa ciri ciri tangga nada diatonis ? . Diatonic memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Memiliki tujuh tangga nada pokok yaitu   do – re – mi – fa – sol – la – si
  2. Biasanya memiliki jarak interval satu dan sengah interval
  3. Lebih modern dari pentatonik
  4. Ditemukan pada masa pertengahan zaman  Renaissance.
  5. diatonic digunakan alat musik :Keyboard, piano, gitar, pianika, dan lain-lain
  6. Dibagi menjadi dua jenis yaitu diatonik mayor dan diatonik minor
  • Diatonik mayor

Berikut ciri-ciri  dari diatonik Mayor yaitu :

  • Tangga nada jenis ini memiliki interval jarak 1- 1 – ½ – 1 -1 – 1 – ½
  • Memiliki irama yang riang, rancak, dan gembira
  • Memiliki sifat semangat
  • Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada do . Akan tetapi, terkadang diawali dengan sol / 5 dan mi / 3  lalu diakhiri dengan do / 1
  • Melodi yang dihasilkan sangat kuat
  • Terdengar bersemangat
  • Contoh lagu yang menggunakan diatonik mayor yaitu : Bangun Pemudi Pemuda,  Berkibarlah Benderaku,   Gebyar-Gebyar, Balonku, Bintang Kecil, Pamanku Datang,  mars Hidup Sehat,  Halo Halo Bandung,  Cicak-Cicak di Dinding
  • Dianotik minor

Beberapa ciri-ciri dari dianotis minor yaitu :

  • memiliki nuansa lagu yang sedih atau melankolis
  • jarak antara not atau intervalnya adalah  1- 1 – ½  – 1 -1 – 1 – ½  – 1 – 1
  • Contoh tangga nada dari jenis ini adalah A minor, terdiri dari  la – si – do – re – mi – fa – sol dan la
  • Umumnya diawali dengan nada la
  • Melodi yang dihasilkan rendah sehingga menimbulkan musik yang sendu.
  • Terdengar Kurang semangat
  • Contoh lagu kanyang menggunakan diatonik  minor yaitu : Indonesia Pusaka,  syukur,  Bagimu Negeri,   Ambilkan Bulan Bu, Bintang Kejora,Gugur Bunga,  Hymne Guru,  Tuhan,  Ibu Pertiwi,  Mengheningkan Cipta,  tanah airku,  Ayam Den Lapeh,  Ibu Kita Kartini.

Itulah penjelasan mengenai penjelsan tangga nada pentatonik dan diatonis beserta contoh dan ciri-cirinya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian. Terima kasih dan sampai jumpa

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.