Jelaskan Pengertian Sistem Pembayaran! Yuk Simak!

Jelaskan Pengertian Sistem Pembayaran

Sistem pembayaran merupakan konsep yang tidak dapat terlepas dari kehidupan sehari-hari. Pada kegiatan perekonomian tentu perlu menggunakan sistem ini. Sistem pembayaran kita definisikan sebagai serangkaian instrumen, paraturan, perantara, proses, prosedur, dan sistem transfer yang memfasilitasi peredaran uang pada suatu negara ataupun wilayah. Pada artikel ini, akan kita jelaskan pengertian sistem pembayaran lebih jauh yang perlu kita ketahui.

Apakah Pengertian dari Sistem Pembayaran?

Apakah Pengertian dari Sistem Pembayaran?

Setelah kita mengetahui sedikit definisi dari sistem pembayaran, mungkin kita masih memerlukan banyak informasi yang terkait dengan ini, mulai dari pengertian, tujuan, jenisnya, komponennya, dan lain sebagainya. Yang akan kita bahas pertama kali adalah apakah pengertian dari sistem pembayaran? Berikut ini akan Mimin jelaskan pengertian sistem pembayaran dan juga contohnya.

Sistem pembayaran merupakan sistem yang meliputi peraturan, mekanisme, dan juga lembaga yang kita gunakan untuk mentransfer dana dalam rangka penyelesaian kewajiban yang ada dari sebuah kegiatan ekonomi. Hal ini juga meliputi pemahaman konsep uang sebagai alat tukar atau sebuah perantara dalam transaksi barang, jasa, serta keuangan.

Sistem pembayaran ini memiliki tujuan, yaitu memungkinkan seseorang untuk memindahkan dana dari satu pihak ke pihak yang lainnya. Selain itu, tujuan terbentuknya adalah agar kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan lancar.  Jadi, uang menjalankan perannya yaitu sebagai alat tukar yang kita terima saat membeli barang atau jasa. Jika uang kita ibaratkan sebagai darah dalam kehidupan, maka sistem pembayaran merupakan sistem sirkulasinya.

Contoh Sistem Pembayaran di Indonesia

Jelaskan Pengertian Sistem Pembayaran

Setelah di jelaskan pengertian sistem pembayaran, maka berikut ini merupakan contohnya yang perlu juga kita ketahui. Ternyata, sistem pembayaran kita bagi menjadi 2 jenis, yaitu tunai dan non-tunai. Keduanya memiliki perbedaan yaitu pada alat pembayaran yang kita gunakan. Tunai menggunakan uang fisik, baik logam maupun kertas, sedangkan non-tunai tidak menggunakan uang fisik. 

1.) Sistem Pembayaran Tunai

Pembayaran tunai tetap memiliki peran penting dan masih banyak kita gunakan oleh masyarakat walaupun zaman sudah semakin canggih dan sebagian besar dari mereka sudah mengenal dengan non-tunai.

Berikut ini merupakan beberapa kelebihan pembayaran yang kita lakukan secara tunai:

  1. Tidak ada biaya transaksi yang harus kita tanggung dan bayar
  2. Paling umum dan mudah kita gunakan karena tidak perlu menggunakan alat atau instrumen apapun

Sedangkan kelemahan dari sistem tunai ini adalah sebagai berikut.

  1. Pembayaran tunai yang kita lakukan dalam jumlah besar akan menyebabkan ketidaknyamanan karena tidak praktis
  2. Menyimpan uang tunai dalam jumlah besar ataupun membawanya saat bepergian akan meningkatkan resiko perampokan ataupun kehilangan uang tersebut
  3. Dalam menghitung saldo akan memerlukan waktu karena harus kita hitung manual

2.) Sistem Pembayaran Non-Tunai

Sistem pembayaran non-tunai semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Ini tidak melibatkan uang fisik, namun memerlukan alat dan juga instrumen tertentu, seperti mesin EDC ataupun barcode. Berikut ini merupakan macam-macam sistem pembayaran non-tunai beserta kelebihan dan kekurangannya.

Cek

Kelebihan menggunakan cek adalah:

  • Memudahkan dalam bertransaksi dengan jumlah besar
  • Aman untuk nominal yang besar
  • Berbentuk selembar kertas dengan nominal berapapun, sehingga ini tergolong lebih praktis
  • Tidak ada biaya transaksi

Kelemahan menggunakan cek yaitu:

  • Terdapat resiko pembayaran dengan cek palsu
  • Cek tidak dapat kita cairkan jika dana pada rekening pemilik cek tidak mencukupi.

Kartu Debit dan Kartu Kredit

Kelebihan saat menggunakan kartu debit dan kredit adalah:

  • Memudahkan transaksi dalam jumlah yang besar
  • Akan lebih aman jika transaksi dalam jumlah besar
  • Resiko penipuan lebih kecil, jadi tidak perlu khawatir adanya uang palsu atau cek palsu.

Berikut ini merupakan kelemahan menggunakan kartu debit dan kredit:

  • Pemilik kartu wajib membayar sejumlah biaya administrasi kepada pihak bank penerbit kartu tersebut
  • Penjual harus menyediakan alat khusus seperti EDC (Electronic Data Capture) agar bisa menerima pembayaran dengan sistem kartu debit ataupun kredit. 

Mengapa Perlu Sistem Pembayaran?

Mengapa Perlu Sistem Pembayaran?

Pada pembahasan diatas telah di jelaskan pengertian sistem pembayaran dan juga contohnya di Indonesia. Dilihat dari pembahasan tersebut, maka dapat dikatakan jika sistem pembayaran merupakan hal yang penting dan perlu diterapkan. Lantas, mengapa perlu sistem pembayaran?

Sistem pembayaran diperlukan karena sistem pembayaran dapat membantu mempercepat peredaran uang dimasyarakat, menjaga stabilitas keuangan. Hal itu sangat baik untuk perekonomian negara.

Salah satu tugas Bank Indonesia yaitu menjaga kelancaran sistem pembayaran. Dengan kelancaran tersebut maka tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin tinggi, sehingga transaksi keuangan dan perdagangan semakin lancar, serta perekonomian pun akan semakin berkembang dengan baik dan stabil.

Apa saja Prinsip Dasar Sistem Pembayaran?

Apa saja Prinsip Dasar Sistem Pembayaran?

Berdasarkan pembahasan yang telah di jelaskan pengertian sistem pembayaran diatas, sistem pembayaran juga memiliki prinsip-prinsip dasar yang perlu kita ketahui. Lantas, apa saja prinsip dasar sistem pembayaran?

Suatu sistem pembayaran harus mampu memberikan tingkat kenyamanan dan juga keamanan untuk penggunanya, baik itu berbentuk tunai maupun non-tunai. Sebagai lembaga yang memiliki tugas untuk menjalankan payment system di Indonesia, Bank Indonesia memiliki 4 prinsip sistem pembayaran, yaitu sebagai berikut:

  • Efisien
    Ini merupakan prinsip yang menekankan pada tingkat pelaksanaan payment system yang harus dapat kita lakukan secara lebih luas. Oleh sebab itu, biaya yang akan tertanggung oleh pengguna akan lebih terjangkau.
  • Aman
    Tiap-tiap resiko yang ada pada payment system harus dapat kita kelola serta mitigasi lebih baik dengan adanya payment system, mulai dari risiko kredit, likuiditas, dan juga fraud.
  • Perlindungan konsumen
    Sebuah sistem pembayaran harus dapat terjaga dengan baik dalam hal menjaga jumlah uang tunai yang beredar, maupun kondisi yang memang masih layak teredarkan. Hal ini namanya adalah clean money policy.
  • Kesetaraan Akses
    Bank Indonesia tidak menginginkan adanya sebuah kegiatan praktik monopoli dalam kegiatan dalam sistem ini, hal itu karena akan menghambat pengguna lain untuk terlibat.

Komponen Pembangun Sistem Pembayaran

Ada beberapa komponen yang dapat membangun sistem pembayaran supaya terealisasi dengan lebih mudah. Berikut ini beberapa komponen tersebut:

  • Sistem transfer dana
    Dalam sistem ini memungkinkan terjadinya proses pemindahan dana dari satu bank ke bank lainnya, atau ke bank yang sama
  • Alat pembayaran
    Didalam alat pembayaran ini terdiri dari alat pembayaran tunai dan non-tunai
  • Saluran pembayaran
    Saluran ini meliputi teller input, mesin ATM, mobile banking, internet banking, phone banking, sampai dengan EDC (Electronic Data Capture
  • Regulator
    Ini merupakan pihak yang memiliki wewenang dalam mengatur kebijakan dan juga ketentuan lainnya yang sifatnya lebih mengikat untuk semua komponen yang tentunya terlibat dalam payment system tersebut
  • Penyelenggara
    Ini adalah suatu lembaga yang memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa semua kegiatan transaksi bisa dilakukan dan diselesaikan dengan baik
  • Lembaga yang berwenang
    Ini merupakan lembaga yang melakukan proses payment system, yaitu BI (Bank Indonesia).
  • Instrumen
    Ini merupakan alat pembayaran yang dilakukan, baik secara tunai maupun non-tunai
  • Infrastruktur
    Semua bentuk sarana fisik yang dapat mendukung proses kegiatan operasional payment system
  • Pengguna
    Pengguna merupakan orang yang memanfaatkan payment system atau biasanya disebut dengan konsumen. 

Itulah beberapa pembahasan tentang sistem pembayaran yang perlu kita ketahui. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan memberi kita wawasan baru. Terima kasih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.