Kelelawar Menangkap Mangsa pada Malam Hari Dengan Memanfaatkan Kemampuan Apa?

kelelawar menangkap mangsa pada malam hari dengan memanfaatkan kemampuan

Pernahkah teman-teman bertanya-tanya bagaimana cara hewan yang aktif pada malam hari menangkap mangsa. Seperti pada kelelawar yang dapat tetap menangkap mangsa walaupun kondisi gelap gurita. Mari cari tahu bersama bagaimana kelelawar dapat menangkap mangsanya dan kelelawar menangkap mangsa pada malam hari dengan memanfaatkan kemampuan apa?

Kelelawar sendiri adalah satu-satunya satwa yang berjenis mamalia yang dapat terbang. Satwa ini termasuk ke dalam ordo Chiroptera yang dimana kedua kaki depannya berubah menjadi kedua sayap yang digunakannya untuk terbang.

Hewan yang satu ini termasuk ke dalam golongan nokturnal, yang berarti hewan yang beraktivitas pada malam dan beristirahat atau bersembunyi pada siang.

Bagaimana Kelelawar Dapat Menangkap Mangsanya?

Bagaimana kelelawar dapat menangkap mangsanya?

Semua hewan yang termasuk nokturnal selalu dibekali dengan kemampuan yang membuat mereka dapat bertahan hidup dan mencari makan walaupun pada saat malam hari. Kemampuan tersebut mulai dari penglihatan, pendengaran atau penciuman yang tajam. Bahkan pada satwa tertentu terdapat kemampuan unik, seperti yang dimiliki satwa ini.

Kemampuan-kemapuan tersebut sangatlah dibutuhkan bagi hewan nokturnal, karena jika tidak memilikinya maka mereka akan kesulitan untuk bertahan hidup dan mendapatkan makanan. Sehingga peluang hidup mereka akan menurun drastis.

Kelelawar menangkap mangsa pada malam hari dengan memanfaatkan kemampuan yang bernama ekolokasi. Ekolokasi adalah kemampuan untuk mengeluarkan sonar yang dimana dimiliki oleh beberapa jenis satwa dan berfungsi untuk mengetahui letak suatu objek atau mangsa.

Selain kelelawar terdapat beberapa hewan yang mempunya ekolokasi, yaitu:

  • Lumba-lumba

Lumba-lumba sendiri dapat menggunakan dua jenis frekuensi suara, yaitu suara dengan frekuensi tinggi dan rendah. Pada suara frekuensi rendah, akan digunakan untuk mengidentifikasi satu sama lain dan berkomunikasi sedangkan pada suara frekuensi tinggi akan digunakan sebagai ekolokasi.

  • Burung Walet

Terdapat dua jenis burung yang menggunakan ekolokasi, salah satunya adalah burung walet. Collocalia Troglodytes atau burung walet ini biasanya hidup di dalam kawanan yang berjumlah besar dan di dalam goa. Untuk mengidentifikasi sesamanya, burung ini menggunakan suara yang memiliki frekuensi 1500-5500 hertz yang dimana teman-teman masih dapat mendengarnya loh. Selain itu suara tersebut digunakan untuk mencari jalan pulang.

  • Burung Minyak

Burung minyak memiliki nama latin Steatornis Caripensis. Burung yang satu ini termasuk dari dua jenis burung yang dapat melakukan ekolokasi loh seperti burung walet. Mereka menggunakan ekolokasi sebagai penunjuk arah, dikarenakan mereka tinggal di goa. Makanan yang biasanya mereka makan adalah buah-buahan. Burung ini dinamakan sebagai burung minyak dikarenakan penduduk asli dari amerika selatan, teman dimana burung minyak berasal seringkali menangkap burung ini lalu mengolahnya menjadi minyak.

  • Paus

Paus terutama hampir semua paus yang bergigi mengeluarkan sebuah bunyi yang mendesing sebagai upaya untuk melakukan ekolokasi. Kemampuan ekolokasi yang dimilikinya sangat hebat dikarenakan merambat dengan sangat cepat akibat dari sifat suara yang merambat 4,5 kali lebih cepat jika di dalam air dan ekolokasi paus ini dapat mengetahui suatu objek hingga membaginya menjadi beberapa varietas atau target tertentu. Hal tersebut juga berlaku pada lumba-lumba.

Bagaimana Cara Kelelawar Memanfaatkan Sistem Sonar?

Bagaimana cara kelelawar memanfaatkan sistem sonar?

Terdapat cara yang digunakan oleh satwa yang satu ini dalam memanfaatkan kemampuannya. Berikut bagaimana cara kelelawar memanfaatkan sistem sonar :

  • Kelelawar akan mengeluarkan suara yang mempunyai frekuensi suara yang tinggi
  • Suara tersebut akan bergerak hingga dipantulkan kembali
  • Saat suara dengan frekuensi tinggi tersebut mengenai suatu objek atau mangsa maka suara akan memantul dan menghasilkan gema
  • Pantulan suara atau gema akan ditangkap oleh telinganya lalu mereka akan langsung mengetahui posisi objek atau mangsa yang ada di depannya

Setelah mengetahui kelelawar menangkap mangsa pada malam hari dengan memanfaatkan kemampuan apa, mari simak apa saja yang menjadi makanan bagi mereka :

  • Susu kelelawar

Saat baru lahir atau masih bayi, biasanya mereka hanya memakan susu dari induknya. Hal ini dilakukan selama empat minggu lamanya setelah lahir. Ketika bayi sudah lebih besar maka mereka akan memulai mencari makan sendiri. Terkadang diperlukan juga transisi makanan dari susu lalu makanan yang dibawakan induk melalui cara dimakan terlebih dahulu lalu dimuntahkan kemudian mencari makan sendiri.

  • Darah

Sejauh ini baru ditemukan tiga jenis spesies yang memakan darah. Kelelawar vampir merupakan salah satu. Jenis ini dikenal sebagai pemakan darah karena sebagian besar dari makanannya berupa darah, caranya melalui membuat luka kecil yang kemudian alan dijilati darah yang mengalir. Kemang terdengar berbeda sekali dengan apa yang teman-teman pikirkan yaitu langsung menghisapnya. Untuk mencari darah mereka memiliki hidung yang dapat mendeteksi panas dan mereka lebih banyak mengkonsumsi darah hewan ternak dibandingkan manusia.

  • Burung dan hewan kecil

Kelelawar yang merupakan karnivora hanya terdapat satu persen dari semua jenisnya. Daging yang dimaksud adalah burung kecil atau hewan kecil lainnya seperti tikus. Kelelawar menangkap mangsa pada malam hari dengan memanfaatkan kemampuan atau cara yang terlihat sangat mirip sekali dengan burung hantu, yaitu dengan mengintai mangsanya dari langit lalu menukik dengan kecepatan yang tinggi kemudian menggigit tengkorak dari mangsanya. Jenis ini memiliki ciri yang berbeda dikarenakan adaptasinya, yaitu mempunyai rahang dan cakar serta yang lebih besar dan sayap yang lebih berat.

  • Serangga

Tahukah teman-teman dibandingkan dengan darah, ternyata semua jenis dari kelelawar memakan serangga. Pada spesies yang besar mungkin mempunyai makanan yang berbeda, namun masih tetap memakan serangga. Bahkan sekitar 70 persen dari semua spesies hewan ini hanya memakan serangga. Serangga yang dimaksud adalah laba-laba, nyamuk, belalang, jangkrik, lalat buah dan lainnya. Hal ini dikarenakan pada malam hari, serangga-serangga tersebut lebih aktif dan sangat cocok dengan waktu hewan ini makan.

  • Buah-buahan dan biji

Terdapat beberapa jenis yang menyukai buah-buahan dan biji sebagai makanan mereka. Biasanya makrobat menyukai makanan jenis ini, namun terdapat beberapa spesies dari mikrobat yang juga menyukainya. Jenis buah-buahan yang biasa digemari adalah buah ara, pisang, kurma, mangga dan alpukat. Pada umumnya mereka hanya menggunakan penglihatan dan penciuman untuk mendapatkan buah, sehingga tidak menggunakan ekolokasi.

  • Amfibi dan reptil

Pada beberapa spesies, terdapat kelelawar yang berubah menjadi pemakan hewan amfibi atau reptil. Hewan yang dimakan biasanya adalah katak, serangga dan kadal. Mereka menggunakan ekolokasi untuk mendengarkan suara yang dihasilkan mangsa mereka kemudian akan menukik dengan sangat cepat lalu menggigit mangsanya. Saat mangsa sudah lumpuh maka mereka akan memalannya saat hingga. Perubahan yang dimiliki dibandingkan spesies lainnya adalah cakar yang lebih panjang dan gigi yang lebih tajam.

Ekolokasi adalah

Teman-teman sudah tahu bukan kelelawar menangkap mangsa pada malam hari dengan memanfaatkan kemampuan ekolokasi. Ekolokasi adalah kemampuan yang hebat bukan, selain kelelawar terdapat hewan lain yang memiliki kemampuan tersebut. Teman-teman tidak perlu bingung lagi bukan mengenai ekolokasi ataupun makanan apa saja yang bisanya dimakan oleh kelelawar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.