Membedah Secara Lengkap Apa Itu Legitimasi

apa itu legitimasi

Tahukah kalian apa itu legitimasi? Bagi kalian yang suka mengikuti berita tentang dunia politik harusnya sudah tak asing dengan kata yang satu ini. Legitimacy sangat berkaitan erat dengan kewenangan dan kekuasaan. Ketiga hal tersebut saling terkait akan hubungan pemerintah suatu negara dengan rakyatnya.

Jika kekuasaan adalah kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber yang dapat mempengaruhi proses politik, dan kewenangan adalah hak moral untuk menggunakan sumber-sumber yang membuat keputusan dalam politik dan melaksanakannya. Maka, apa itu legitimasi adalah pengakuan serta penerimaan masyarakat terhadap hak moral tersebut.

Apa Itu Legitimasi Menurut Para Ahli?

Apa Itu Legitimasi Menurut Para Ahli?

Secara umum, legitimacy adalah penerimaan dan pengakuan masyarakat terhadap hak moral pemimpin untuk memerintah, membuat, serta melaksanakan kebijakan politik. Sederhananya, apa itu legitimasi adalah dukungan masyarakat terhadap sistem politik yang ditetapkan oleh pemerintah yang berwenang. Hal ini sangat berkaitan erat dengan kewenangan, perbedaannya adalah kewenangan merupakan otoritas seseorang dalam memutuskan atau melakukan sesuatu, maka legitimasi merupakan sikap timbal balik terhadap otoritas tersebut.

Hal ini memiliki banyak sekali pengertian tergantung bagaimana sudut pandang kita melihatnya, namun intinya tetap satu yaitu pengakuan masyarakat atas kebijakan-kebijakan pemerintah. Lalu, apa itu legitimasi menurut para ahli?

  1. Niccolo Machiavelli

Apa itu legitimasi adalah pusat kekuasaan suatu pemerintah yang didukung penuh oleh rakyatnya sehingga sistem pemerintahan dapat berjalan dengan lancar.

  1. David Easton

Keyakinan dari masyarakat yang menerima dan menaati berbagai kebijakan atau keputusan oleh suatu penguasa dan haknya sudah terpenuhi.

  1. Ibn Khaldun

Pengakuan dan penerimaan dari masyarakat terhadap kewenangan dan kekuasaan.

Apa Saja Jenis Legitimasi?

Apa Saja Jenis Legitimasi?

Dalam pelaksanannya ternyata legitimacy terbagi atas beberapa jenis, hal ini dikarenakan perbedaan prinsip pengakuan masyarakatnya kepada pemerintah. Kira-kira apa saja jenis legitimasi? Simak ulasannya di bawah ini!

  1. Ideologi

Saat masyarakat memberikan dukungan dan pengakuan terhadap pemerintah karena pemerintahan tersebut ia anggap sebagai pelaksana dan penafsir ideologi negara.

  1. Tradisional

Saat masyarakat memberikan dukungan serta pengakuannya kepada pemerintah karena pemerintah yang memimpin merupakan keturunan bangsawan.

  1. Instrumental

Pada saat masyarakat memberikan pengakuan dan dukungannya karena pemerintahnya menjamin atau menjanjikan instrumental atau kesejahteraan materil kepada masyarakatnya.

  1. Kualitas Pribadi

Masyarakat memberikan dukungan dan pengakuan terhadap pemerintah karena sosok pemerintah yang memimpin ia anggap memiliki karisma maupun prestasi yang cemerlang.

  1. Prosedural

Masyarakat memberikan pengakuan dan dukungan terhadap pemerintah karena pemimpin dari pemerintah tersebut memiliki kewenangan menurut prosedure peraturan tertulis ataupun perundang-undangan.

Contoh Legitimasi

Contoh Legitimasi

Setelah mengetahui apa itu legitimasi dan jenis-jenisnya, sekarang Mimin akan mengulas tentang contoh legitimasi. Berikut informasinya yaitu:

  1. Untuk mencegah koruptor merajalela di Indonesia, maka dibuatlah UU Korupsi. Para koruptor yang memakan duit rakyat harus rela dan siap sedia menerima segala macam hukuman yang terdapat di dalam UU tersebut.
  2. Dalam era internet sekarang ini dibentuklah UU ITE dan UU pornografi, karena saat ini banyak sekali pelaku penyebar video pornografi dan mereka harus siap dengan gelaran hukum yang ada di UU tersebut.
  3. Adanya UU perkawinan, yang harus melakukan pencatatan dan pendaftaran perkawinan, jadi bagi orang yang ingin berpoligami harus mendapatkan izin dan atas dasar persetujuan dari pengadilan setempat.

Itu dia pembahasan Mimin mengenai apa itu legitimasi. Nyatanya memang legitimacy ini sangat penting bagi berjalannya suatu negara, karena tanpa adanya kepercayaan antara rakyat dengan pemerintahnnya maka kesatuan dan persatuan suatu negara dapat terpecah belah dari dalam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.