Pembahasan Lengkap Apa Itu Pasung

Apa Itu Pasung

Bagi kalian yang senang menonton berita pasti sudah tak asing lagi dengan apa itu pasung. Beberapa tahun belakangan ini memang marak sekali berita tentang pemasungan bagi orang-orang yang mengalami gangguan kesehatan mental atau orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).

Masyarakat awam masih percaya bahwa pemasungan ini merupakan cara yang efektif untuk mengatasi gangguan mental, namun nyatanya ini adalah cara yang salah, bahkan cara ini dapat memperparah kondisi mental orang yang dikurung.

Kali ini Mimin akan menjelaskan pasung lebih dalam, simak ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Pemasungan?

Apa Itu Pemasungan?

Masih banyak orang, terutama masyarakat pedesaan yang melakukan pemasungan sebagai cara untuk mengatasi orang yang memiliki gangguan mental. Namun, tahukah kalian apa itu pemasungan? Pemasungan sendiri merupakan kata kerja dari pasung. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, apa itu pasung adalah alat yang digunakan untuk menghukum atau mengurung orang, berbentu seperti kayu yang mengapit atau berlubang, yang dipasangkan pada lengan, kaki, ataupun leher seseorang.

Dari definisi apa itu pasung di atas tadi, bisa kalian bayangkan betapa kejamnya pemasungan itu. Orang-orang yang mengidap gangguan mental dipaksa mengurung dirinya di sebuah ruangan dengan dirinya yang terikat dalam sebuah kayu. Cara yang keji bukan? Namun sayangnya orang-orang masih banyak yang percaya bahwa cara ini dapat menyembuhkan gangguan mental, padahal menurut riset cara ini malah memperparah gangguan mental. Dengan mengurung seseorang, itu berarti kita mengambil haknya untuk hidup dengan bebas. Selain itu, orang yang dikurung jadi tidak bisa berinteraksi dengan dunia luar, dan hal ini tentu saja sangat berbahya, tidak hanya untuk orang yang dikurung saja, namun juga berbahaya bagi orang yang ada di sekitarnya.

Cara yang tidak manusiawi ini sebenarnya sudah menjadi sorotan bagi pemerintah dalam beberapa tahun terakhir ini. Hal ini dikarenakan cara ini dianggap merenggut hak asasi manusia, hak kebebasan, dan hak hidup. Bahkan beberapa kasus pemasungan dilakukan dengan tidak sebagaimana mestinya.

Kenapa Harus di Pasung?Kenapa Harus di Pasung?

Walaupun pemasungan merupakan hal yang keji, namun apakah kalian penasaran kenapa harus di pasung? Apa itu pasung bertujuan untuk memisahkan orang yang memiliki gangguan kejiwaan dari masyarakat, karena orang-orang percaya bahwa orang yang mengidap masalah kejiwaan akan berbahaya bagi diri mereka sendiri. Cara ini umumnya banyak dilakukan di daerah-daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya, terutama fasilitas kesehatan jiwa. Cara ini juga sering kali dilakukan karena masyarakat dalam suatu daerah masih memiliki stigma negatif dan kurangnya edukasi terhadap orang yang memiliki gangguan kejiwaan.

Di sisi lain, memang nyatanya cara ini malah memberikan dampak-dampak negatif pada korbannya. Hal itu dapat memperparah kondisi sang korban, baik dari segi mental maupun fisik. Berikut adalah dampak negatif yang muncul akibat pemasungan, diantaranya:

  1. Dampak negatif bagi kesehatan mental

Para korban yang mengalami pemasungan biasanya dikurung dengan tidak layak dan tanpa pengobatan, sehingga hal ini dapat membuat trauma psikologis yang parah bagi mereka. Kondisi yang tidak layak tersebut dapat mengakibatkan tekanan psikologis, membangkitkan kembali ingatan trauma masa lalu mereka, dan membuat mereka merasa tidak memiliki harga diri. Dengan kondisi mental yang buruk, kesehatan merekapun juga dapat memburuk seiring dengan berjalannya waktu.

  1. Dampak negatif bagi kesehatan fisik

Selain dari segi mental, cara ini dapat mengganggu kesehatan fisik sang korban. Korban yang dikurung dan diikat di dalam ruang tertutup serta diberi makanan yang kebersihannya biasanya tidak terjaga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Cara ini dapat mengakibatkan cidera fisik baik dari dalam maupun dari luar. Beberapa penyakit yang dapat timbul akibat pemasungan, antara lainnya:

  • Luka akibat terganggunya aliran darah ke jaringan atau organ tubuh.
  • Cidera kulit yang dapat mengakibatkan infeksi.
  • Kerusakan sel dan sistem saraf.
  • Penyakit paru-paru akibat ruangan yang tertutup dan sulit mendapatkan udara bersih.
  • Penyakit trombosit vena dalam.
  • Dapat kehilangan kesadaran, atau bahkan kematian karena stress.

Hukum Tentang Pemasungan

Hukum Tentang Pemasungan

Sebenarnya pemasungan sendiri sudah dilarang berdasarkan hukum-hukum yang ada di Indonesia. Hal ini dikarenakan pemasungan merenggut hak asasi manusia yang seharusnya diterima oleh sang korban. Selain dari pengaturan undang-undang tentang hak asasi manusia. Terdapat beberapa peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pemasungan terhadap orang yang mengidap gangguan jiwa, diantaranya:

  1. Pasal 28I ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, berbunyi:

“Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.”

  1. Pasal 28G ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945, berbunyi:

“Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain.”

  1. Undang-Undang No. 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa Pasal 86, berbunyi:

“Setiap orang yang dengan sengaja melakukan pemasungan, penelantaran, kekerasan dan/atau menyuruh orang lain untuk melakukan pemasungan, penelantaran,dan/atau kekerasan terhadap ODMK dan ODGJ atau tindakan lainnya yang melanggar hak asasi ODMK dan ODGJ, dipidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.”

  1. Undang-undang No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 149 ayat 2, berbunyi:

“Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat wajib melakukan pengobatan dan perawatan difasilitas pelayanan kesehatan bagi penderita gangguan jiwa yang terlantar, menggelandang, mengancam keselamatan dirinya atau orang lain, dan/atau mengganggu ketertiban umum.”

  1. Undang-Undang No.19 Tahun 2011 tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas, berbunyi:

“Setiap penyandang Disabilitas harus bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, merendahkan martabat manusia, bebas dari eksploitasi, kekerasan dan perlakuan semena-mena, serta memiliki hak untuk mendapatkan penghormatan atas integritas mental dan fisiknya berdasarkan kesamaan dengan oranglain. Termasuk didalamnya hak untuk mendapatkan perlindungan dan pelayanan sosial dalam rangka kemandirian, serta dalam keadaan darurat.”

Semua peraturan yang sudah Mimin sebutkan di atas pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu menjunjung hak-hak orang yang menyandang gangguan mental dan melarang adanya pemasungan. Karena pada dasarnya semua manusia adalah mahluk yang sempurna, sehingga semuanya memiliki derajat dan hak-hak yang sama tanpa terkecuali.

Kenapa Ada Orang yang dipasung?

Kenapa Ada Orang yang dipasung?

Dari semua dampak yang dapat timbul dan peraturan-peraturan tentang pemasungan. Kenapa ada orang yang dipasung? Hal ini dikarenakan masih banyak orang-orang yang kurang edukasi tentang penyakit gangguan jiwa. Orang-orang tersebut beranggapan bahwa orang yang mengalami gangguan harus berbahaya dan harus dihindari. Stigma negatif inilah yang masih banyak menempel pada orang-orang awam. Khususnya pada masyarakat daerah yang minim akan fasilitas kesehatan gangguan jiwa.

Itu dia pembahasan Mimin tentang apa itu pasung. Semoga artikel ini dapat menyadarkan kalian semua betapa tidak etisnya tindakan pemasungan terhadap orang dalam gangguan jiwa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.