Penjelasan Rinci Apa Itu Idiot

Apa Itu Idiot

Kalian pasti sudah pernah kata Idiot sebelumnya, namun tahukah kalian apa itu idiot yang sebenarnya? Idiot terjadi pada anak-anak umur 0 – 3 tahun yang mengalami rentardasi mental berat yang mempengaruhi kondisi intelektual mereka.

Idiot pada awalnya digunakan dalam dunia medis untuk menyebut anak-anak yang memiliki kelambanan menangkap respons baik secara kognitif, motorik, bahasa, dan sosial. Namun saat ini penggunaan kata idiot dalam duni medis telah diubah menjadi penyakit rentardasi mental.

Orang Idiot

Orang Idiot

Anak yang mengalami rentardasi mental biasanya erat sekali dengan hubungannya dengan intelligence quotient atau IQ. Standar IQ normal umumnya berada di kisaran 85-115, dan orang idiot biasanya memiiki IQ di bawah 70. Hal ini membuat mereka kesulitan dalam melakukan interaksi sosial.

Dari sini dapat kita simpulan bahwa apa itu idiot adalah anak yang memiliki IQ dibawah 70, dan mengalami rentardasi mental sehingga membuat mereka kesulitan dalam melakukan interaksi.

Ada banyak hal yang mungkin bisa menjadi pemicu seorang anak mengalami rentardasi mental ini, beberapa diantaranya sebagai berikut:

  1. Prenatal (sebelum lahir)

Hal ini bisa disebabkan oleh racun atau infeksi selama kehamilan, kelainan kromosom, dan cacat gen.

  1. Perinatal (saat proses kelahiran)

Dapat disebabkan oleh komplikasi infeksi, dan lahir prematur

  1. Postnatal (setelah lahir)

Dapat disebabkan oleh trauma kepala, keracunan, infeksi, dan gangguan metabolisme

Gejala seorang anak mengalami rentardasi mental tentunya sangat beragam, tergantung dengan seberapa besar pemicu dan beratnya. Secara umum, seorang anak dapat mengalami rentardasi mental dikarenakan mereka tidak memenuhi tahap perkembangan yang sesuai dengan usianya.

Sayangnya penyakit ini tidak ada obat khususnya, yang bisa kita lakukan hanyalah mengajarkan keterampilan agar mereka bisa mandiri.

Ciri Ciri Orang Idiot

Ciri Ciri Orang Idiot

Dari penjelasan mimin tentang apa itu idiot di atas, kita dapat melihat beberapa ciri dari penyakit ini. Ya, anak-anak yang memiliki rentardasi mental ini memiliki ciri-ciri khusus yang lain dengan anak-anak pada umumnya. Berikut ciri ciri orang idiot, yaitu:

  1. Kemampuan motorik yang kurang

Kemampuan motorik seorang anak pasti akan berkembang seiring dengan bertambah usianya. Namun, apabila seorang anak menunjukan kemampuan motorik yang lamban, bisa jadi anak tersebut mengalami rentardasi mental.

  1. Sulit berkomunikasi

Keadaan rentardasi mental memang pada awalnya sangat sulit untuk dikenali, namun hal yang paling mudah dikenali adalah pada saat anak susah berkomunikasi dan berinteraksi kepada lingkungan yang ada di sekitarnya.

  1. Keterlambatan perkembangan respon

Selain keterlambatan motorik, penyakit ini juga menyebabkan anak menjadi lamban akan hal-hal lainnya, seperti kemampuan kognitif, sosial, dan bahasa yang sangat lamban.

  1. Ekspresi yang terlambat

Karena memiliki saraf motorik yang lambat, biasanya anak yang mengidap penyakit ini juga memiliki ekspresi yang sangat lambat dari pemicunya. Contohnya adalah saat sang anak tertawa padahal pemicu ketawa atau hal lucunya sudah terjadi lebih dulu.

Perbedaan Autis dan Idiot

Perbedaan Autis dan Idiot

Sepertinya masih banyak orang yang menyamakan autis dan idiot, namun pada kenyatannya kedua hal ini merupakan hal yang sangat berbeda loh. Lantas, apa perbedaan autis dan idiot? Penyakit autis biasanya disebabkan oleh autis spektrum disorder.

Jadi penyakit ini disebabkan karena permasalahan spektrum yang ada pada sensor sensorik, sehingga menyebabkan tidak dapat mendengar suara keras, tidak bisa melihat gerakan ritmik, dan sensitif dengan sentuhan.

Sedangkan apa itu idiot merupakan kelambanan sang anak yang tidak sesuai perkembangan usianya, jadi sensor sensoriknya masih berfungsi dengan baik namun hanya lamban saja.

Semoga artikel ini dapat membantu kalian semua memahami apa itu idiot dan perbedaannya dengan autis. Agar kondisi dari penyakit ini tidak bertambah buruk, sebaiknya hubungan orang tua dengan anaknya harus lebih dekat lagi, serta memerhatikan perkembangannya dengan seksama, dan bila perlu kalian bisa menkonsultasikannya kepada dokter spesialis anak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.