Translate Bahasa Jawa Halus Kromo Inggil

Translate Bahasa Jawa Halus Kromo Inggil

Bahasa Jawa adalah bahasa yang digunakan oleh masyarakat Jawa untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari, terutama di  Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Penggunaan bahasa Jawa tidak sembarangan bagi kami, karena memiliki beberapa kegunaan. Untuk mempermudah, kamus bahasa Jawa atau pepak bahasa Jawa bisa sangat membantu dalam mengetahui terjemahan bahasa Jawa. Krama Inggil digunakan untuk orang yang lebih tua dengan gelar yang lebih tua. Bahasa ini merupakan bahasa yang paling halus dan  banyak digunakan pada saat berbicara dengan orang tua. Contohnya yaitu kamu, Krama Inggilnya menjadi Panjenengan. Translate Bahasa Jawa Halus Kromo Inggil bisa kita lakukan menggunakan panduan buku pepak bahasa Jawa maupun Translate Bahasa Jawa Halus Kromo Inggil di situs-situs tertentu yang ada di google.

Bahasa Jawa Krama Apa?

Bahasa Jawa Krama Apa?

Sederhananya, bahasa Jawa Ngoko digunakan oleh orang-orang yang seumuran, atau yang sudah dikenal berteman dekat. Sedangkan Bahasa Jawa Krama Apa, tetapi bahasa Jawa Krama adalah bahasa Jawa yang halus, dan biasanya digunakan ketika berbicara dengan orang tua atau seseorang yang lebih tua dari kita. Anda harus menggunakan bahasa ini ketika berbicara dengan orang yang lebih tua umurnya. Bahasa Jawa Krama adalah bahasa paling halus yang  digunakan dalam bahasa Jawa. Jika anda bingung, anda dapat menemukan panduan  bahasa Jawa di pepak Bahasa Jawa dan Translate Bahasa Jawa Halus Kromo Inggil di situs web Google.

Apa Itu Ngoko Alus?

Apa Itu Ngoko Alus?

Apa Itu Ngoko Alus, Ngoko Alus adalah unggah ungguh yang tidak terdiri dari leksikon ngoko dan netral, tapi terdapat juga leksikon krama inggil, krama andhap, atau leksikon krama semacam itu yang  sebenarnya hanya digunakan untuk memberi penghormatan bahasa kepada (orang ke 2 atau 3) (Sasangka 2004: 99-100). Ngoko alus ini cocok untuk teman, tetapi ada rasa untuk hormat juga. Misalnya guru dan guru.

Ngoko mungkin cukup dalam beberapa hal, tetapi kosakata krama inggil adalah tempat yang perlu dihormati, karena memiliki batasan usia lebih tua dan menarik perhatian anak-anak (siswa). Secara umum, bahasa ngoko alus sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk memberi penghormatan kepada orang lain. Tetapi jika kita ingin berbicara dengan orang tua dan orang yang lebih tua dari kita, kita hanya harus menggunakan bahasa yang sopan agar lebih hormat. Mmemang benar jika bahasa bahasa Jawa kromo inggil itu sulit namun kita bisa mempelajarinya dan bisa Translate Bahasa Jawa Halus Kromo Inggil di web tertentu yang menydiakannya.

Kapan Menggunakan Ngoko Alus?

Kapan Menggunakan Ngoko Alus?

Ngoko alus  sendiri merupakan bentuk unggah-ungguh bahasa Jawa. Ini termasuk tidak hanya  leksikon ngoko dan netral, tetapi juga  leksikon krama inggil, krama andhap, atau leksikon krama yang  hanya digunakan dalam berbicara untuk menghormati. Kapan Menggunakan Ngoko Alus,  anda dapat menggunakan Ngoko Alus saat berbicara dengan teman dekat namun tetap hormat. Orang tua yang peringkatnya lebih tinggi dari anak muda tetapi sangat akrab  dan dihormati ketika mengobrol dengan orang lain.

Belajar bahasa Jawa penting, baik untuk pekerjaan atau keperluan lain, yang ingin atau akan tinggal di lingkungan yang penduduknya menggunakan bahasa Jawa. Dengan tau sedikit tentang bahasa Jawa nantinya anda bisa lebih mudah berhubungan dengan lingkungan. Atau, setidaknya, ada kata-kata yang dapat Anda pahami ketika Anda mendengar orang lain  berbicara dalam bahasa tersebut. Untuk itu, pahamilah kosakata bahasa Jawa yang umum digunakan, baik  yang halus maupun yang kasar. Bahasa Jawa sebenarnya memiliki tiga tingkat penggunaan. Sederhananya, bahasa Jawa Ngoko digunakan oleh orang-orang yang seumuran, atau yang sudah dikenal berteman dekat. Bahasa Jawa krama adalah bahasa Jawa  yang halus, tetapi biasanya digunakan ketika berbicara dengan orang tua. Dibawah ini adalah beberapa fakta mengenai Bahasa Jawa, yaitu :

Bahasa Jawa Memiliki Banyak Penutur

Menurut informasi, pada tahun 2000 bahasa Jawa merupakan bahasa yang digunakan oleh banyak orang tidak hanya di dalam negeri  tetapi juga di luar negeri. Bahkan bahasa Jawa  banyak dituturkan di luar negeri, seperti  Belanda, Nouvel Seredney, Cocos Island, Malaysia, Singapura. Jadi bahasa Jawa lebih banyak dituturkan di luar negeri daripada bahasa Indonesia

  • Bahasa Jawa Memiliki Logat yang Beragam

Seperti bahasa Sunda, bahasa Jawa memiliki logat atau dialektika yang berbeda dan beragam. Misalnya, jika anda mengunjungi daerah Tegal atau Pekalongan, anda akan melihat perbedaan jika berkunjung ke Semarang. Atau kalau berkunjung ke  Jawa Tengah dan Jawa Timur pasti beda.

  • Terdapat Levelisasi Dalam Bahasa Jawa

Pentingnya levelisasi berarti bahwa bahasa Jawa memiliki tingkat penggunaan kosa kata yang menunjukkan rasa hormat terhadap lawan bicara. Tentu banyak bahasa yang tidak memiliki tingkatan atau pemakaiannya, dan umumnya  hanya bahasa Sunda dan Jawa yang memiliki levelisasi.

  • Bahasa Jawa Kaya Akan Turunan Kata

Berbeda  dengan bahasa Indonesia, bahasa Jawa kaya akan turunan kata. Contohnya, dalam bahasa Jawa, beras dapat diturunkan dalam beberapa bahasa. Saat panen padi menjadi pari, saat dikupas menjadi butiran disebut menir, dan saat menjadi nasi, namanya menjadi sego.

  • Bahasa Jawa Tersedia di Google Translate

Tidak semua bahasa  di Indonesia bahkan seluruh belahan dunia tersedia atau ada di Google Translate. Tentu hal inilah yang dibanggakan oleh masyarakat Indonesia khususnya Jawa. Bahasa Jawa sendiri telah tersedia di Google Translate sejak tahun 2013, namun  masih dalam tahap alpha ketika pertama kali diperkenalkan karena perlu adanya koreksi dan penyempurnaan.

Berikut ini adalah kosakata bahasa Jawa dengan artinya, antara lain yaitu :

Kosakata bahasa Jawa dibagi menjadi dua bagian: Bahasa Jawa halus ngoko krama dan bahasa Jawa kasar. Tentu saja, perbedaan antara bahasa Jawa halus dan bahasa Jawa kasar terletak pada penggunaannya. Pada umumnya bahasa Jawa kasar atau halus sangat  erat hubungannya dengan suatu daerah tertentu. Misalnya, orang Jawa di  Jawa Tengah dianggap lebih halus daripada di  Jawa Timur. Dibawah ini adalah contoh percakapan bahasa Jawa yang biasanya dipakai untuk sehari-hari antara Angga dengan Rudi :

Angga : Hai Mus (Hai Rud)

Rudi : Hai Irfan (Hai Ngga)

Angga: Kowe lagi lapo? (Kkamu lagi ngapain?)

Rudi: Aku lagi nandur kembang iki. Aku njaluk tulung gawakno pot kembang sing ning kana kae gowo mrene, isa ora? (Saya lagi menanam bunga nih. Saya minta tolong bawakan pot bunga yang di sana itu ke sini bisa nggak?)

Angga: Ya ( Angga nggawa pot kembange)…..Rud iki pot kembange. (ya…Angga membawa pot bunganya…Rud ini pot bunganya)

Rudi: Matur nuwun ya Ngga (terima kasih ya Ngga)

Angga: Padha-padha Rud. Kembang-kembang iki endah ya. Apa iki kabeh duwekmu Rud? (Sama-sama Rud. Bunga-bunga ini indah ya. Apa ini semua punyamu Rud?)

Rudi: Iya. Ibuku numbaske kembang-kembang iki kabeh kanggo aku. (Iya ibuku membelikan bunga-bunga ini semua untuk aku)

Angga: Tak ewangi nyirami kembange ya? (Aku bantu menyirami bunganya ya?)

Rudi: Wis ora usah Ngga malah dadi ngrepotake awakmu mengko…(udah nggak usah Ngga malah merepotkan kamu nanti…)

Angga: Ora apa-apa…aku malah seneng lho (nggak apa-apa..aku malah senang lho)

Rudi: Ya wis kae nek njupuk banyu ning kran wetan kae ya….(Ya udah itu kalau mengambil air di keran sebelah timur itu ya..).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.